DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL SABUT KELAPA (Cocos nucifera Linn) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli PADA TAHU

  • Ni Ketut Sumarni Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tadulako, Palu
  • Rahmawati Rahmawati Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tadulako, Palu
  • Syamsuddin Syamsuddin Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tadulako, Palu
  • Ruslan Ruslan Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tadulako, Palu

Abstract

Telah dilakukan pengujian daya hambat ekstrak etanol sabut kelapa (Cocos nucifera Linn) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol sabut kelapa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba S.aureus dan E.coli pada tahu. Sabut kelapa diekstrak menggunakan etanol 96% dan di aplikasikan pada tahu dengan variasi konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm, 4000 ppm, 5000 ppm, 6000 ppm dan 7000 ppm. Selanjutnya diaplikasikan pada tahu dengan metode cawan menggunakan total plate count. Hasil perendaman ekstrak etanol sabut kelapa terhadap tahu menunjukkan konsentrasi ekstrak yang paling menghambat yaitu pada konsentrasi 7000 ppm dengan waktu 24 jam sebesar 3751 Cfu/mL untuk bakteri S.aureus dan konsentrasi 7000 ppm dengan waktu 96 jam pada bakteri E.coli. Ambang batas cemaran mikroba pada tahu sesuai SNI 2009 nomor 7388 yaitu 5×104 koloni/mL.

Keyword
Ekstrak Etanol Sabut Kelapa, Tahu, Staphylococcus aureus, Escherichia coli

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1]Ditjenbun. (2011). Potensi Tanaman kelapa di indonesia. Jakarta: Data Direktorat Jenderal Perkebunan.
[2]Isroful. (2009). Kandungan Sabut Kelapa. Journal Universitas Sumatera Utara. Medan.
[3]Mahmud, Z, dan Y. Ferry. (2005). Prospek pengolahan hasil samping Buah kelapa. Pusat penelitian dan pengembangan perkebuna. Bogor: Jurnal 4 (2) 55-63.
[4]Lisan, R.F. (2015). Penentuan Jenis Tanin Secara Kualitatif dan Penetapan Kadar Tannin Dari Rerabut Kelapa (Coccos nucifera L) Secara Permanganometri. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. Surabaya. 4 (1).
[5]Ramadhina, A. (2010). Manfaat Tannin dan Senyawa Fenol. Institut Pertanian. Bogor.
[6]Hayati, E.K., Fasyah, G.A dan Sa’adah, L. (2010). Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Tanin Pada Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Kimia. 4 (2) : 193-200.
[7]Ayu Wulandari. (2016). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Sabut Kelapa (Coccos nucifera Linn) Pada Berbagai Tingkat Ketuaan. UNTAD. Palu.
[8]Suneno, N. Adiarto, T. Dalton, A. dan Tendean, P. (2014). Isolasi Tannin Dari Kayu Pinus. Journal September 2014 ITB. Bandung.
[9]Lestari, S. (2008). Senyawa Flavonoida, Fenilpropanoida, dan Alkaloida. Karya Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Medan.
[10]Warisno. (2008). Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Secara Sederhana. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.
[11]Estiasih, T. (2005). Kimia Dan Teknologi Pengolahan Kacang-Kacamgan: THP Universitas Brawijaya. . Malang.
[12]Suprapti, M. (2005). Kedelai Tradisional. Kanisius. Jogjakarta.
[13]Mudjajanto E.S. (2005).Keamanan Makanan Jajanan Tradisional dalam Makan Sehat Hidup Sehat. Kompas. Jakarta.
[14]Yulia dan Bambang, P. (2015). Efektifitas Konsentrasi Asap Cair Terhadap Angka Kuman Pada Tahu. Siamtan Hulu. Pontianak.
[15]Departemen kesehatan RI, (2005), http://www.tempo.co.id/medika/arsip/052001/art-1.htm 18 April 2005.
[16]Dalimunthe dan Nainggolan (2006). Pengujian Ekstrak Etanol Sabut Kelapa (Cocos nucifera Linn) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Medan: Jurnal komunikasi penelitian Volume 18 (3).
[17]Radji. M. (2011). Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran. EGC. Jakarta.
[18]Fardiaz. (1993). Analisis Mikrobiologi Pangan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
[19]Ajizah. A. (1998). Sensitivitas Enteropathogenic Escherichia coli Terhadap Daun Psidium guajava L. Secara Invitro. FKIP Unlam. Banjarmasin. (Tidak dipublikasikan).
[20]Setianingsih.D. (2010). Analisis Sensori Untuk Industri Pangan dan Agro. IPB. Bogor.
[21]Aprilianti. T. (2010). Kajian Sifat Fisikokimia dan Sensori Tepung Ubi Jalar Ungu (I pomea batas blackie) dengan Variasi Proses Pengeringan. Fakultas Pertanian. 11 Maret. Surakarta.
[22]Winarno, F. G. dan S. Koswara, (2002). Telur: Komposisi, Penanganan dan Pengolahannya. M-Brio Press, Bogor.
Published
2019-11-29
How to Cite
SUMARNI, Ni Ketut et al. DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL SABUT KELAPA (Cocos nucifera Linn) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli PADA TAHU. JURNAL KIMIA MULAWARMAN, [S.l.], v. 17, n. 1, p. 45-51, nov. 2019. ISSN 2476-9258. Available at: <http://jurnal.kimia.fmipa.unmul.ac.id/index.php/JKM/article/view/907>. Date accessed: 04 july 2020.
Section
Artikel