PENENTUAN KOMPOSISI ASAM LEMAK DARI MINYAK BIJI KEPUH (Sterculia foetida Linn.)

Authors

  • Jauzaa Lisgia Ramadhandita Mahasiswa
  • Daniel - Mulawarman University
  • Eva Marliana Mulawarman University

Keywords:

Kepuh seed oil, Methyl ester, Esterification, GC-MS, Fatty acids

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi asam lemak minyak biji kepuh ( Sterculia foetida Linn.) melalui proses esterifikasi. Minyak diekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut n -heksana dan diubah menjadi metil ester melalui reaksi dengan metanol dan asam sulfat pekat (H2SO3) dalam pelarut benzena. Metil ester yang dihasilkan dianalisis menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (GC-MS) untuk mengidentifikasi komponen asam lemak baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis mengungkapkan tujuh senyawa utama, dengan metil sterkulat (33,39%) dan metil palmitat (24,70%) sebagai konstituen dominan. Profil asam lemak yang diperoleh tidak hanya penting dalam menentukan sifat fisikokimia dan kinerja biodiesel, tetapi juga menawarkan potensi untuk aplikasi dalam formulasi surfaktan berbasis metil ester. Hal ini sangat relevan dalam menentukan nilai Keseimbangan Hidrofil-Lipofil (HLB), yang memengaruhi fungsionalitas dan penerapan industri surfaktan dalam emulsi, deterjen, dan produk kosmetik.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Hartono, R.; Pitaloka, F.; Karina, M. Pembuatan Biodesel dari Minyak Biji Kepuh (Sterculia foetida L.) dengan Proses Transesterifikasi. Teknika: Jurnal Sains Teknol. 2014, 10 (1), 9–18.

2. Roni, K. A. Pembuatan Biodiesel Biji Kepuh (Sterculia foetida L.) dengan Proses Alkoholisis Menggunakan Katalisator Buangan Proses Perengkahan Minyak Bumi Pertamina Unit II Palembang. Jurnal Dinamika Penelitian Industri 2012, 23 (1), 21–29.

3. Yoga, C. K.; Sunarta, S.; Arisandi, R. Characteristics of Kepuh (Sterculia foetida) Seed Biodiesel from Java Island, Indonesia to Support Renewable Energy Development. Journal Korean Wood Sci. Technol. 2025, 53 (2), 177–192.

4. Myers, D. Surfactant science and technology. Journal of Colloid and Interface Science, 2006, 130 DOI: 10.1016/0021-9797(89)90107-0.

5. Prastyo, E.; Ibrahim, P. A. Pengaruh Waktu Reaksi terhadap Yield dan Kandungan Metil Ester Sintesis Biodiesel Ampas Tahu Metode Elektrokatalitik. Jurnal Tekno Insentif 2021, 15 (1), 54–64.

6. Saputra, A. O.; Daniel, D.; Marliana, E. Analisis Kualitas dan Komposisi Asam Lemak dari Minyak Biji Wijen (Sesamum Indicum L). Prosiding Seminar Nasional Kimia 2021, 25–29.

7. Dewi, C. E.; Saleh, C.; Pratiwi, D. R.; Magdaleni, A. R.; Daniel, D. Potensi Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Singkil (Premna corymbosa Roxb & Willd.). Jurnal Atomik 2024, 9 (2), 137–144.

8. Khasanah. Surfaktan Alkildietanolamida dari Metil Ester Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Melalui Reaksi Amidasi; Skripsi, Universitas Mulawarman, 2020.

9. Suleman, N.; Paputungan, M. Esterifikasi dan Transesterifikasi Stearin Sawit untuk Pembuatan Biodiesel. Jurnal Teknik 2019, 17 (1), 66–77.

10. Susanti, M. M.; Liana, N. A. Pengaruh Variasi Konsentrasi Katalis Asam Sulfat Pekat terhadap Hasil Derajat Esterifikasi Metil Laurat. Indonesian Journal on Medical Science 2021, 8 (2).

11. Riswiyanto. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga., 2009.

Downloads

Published

2026-03-17

Issue

Section

Artikel