UJI FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK FRAKSI n-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL SISA DARI TUMBUHAN SURUHAN (Peperomia pellucida (L.) Kunth) MENGGUNAKAN METODE DPPH

  • Darmita Tiku Lembang Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University
  • Daniel - Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University
  • Chairul Saleh Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Abstract

Uji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dari tumbuhan suruhan  (Peperomia pellucida (L.) Kunth) menggunakan metode DPPH telah dilakukan. Hasil dari uji fitokimia pada tumbuhan suruhan  (Peperomia pellucida (L.) Kunth) ekstrak kasar  bernilai positif pada alkaloid, triterpenoid, steroid dan fenolik, pada fraksi n-heksana bernilai positif pada steroid, pada fraksi etil asetat bernilai positif pada alkaloid, triterpenoid, steroid dan fenolik, pada fraksi etanol sisa bernilai positif pada alkaloid, triterpenoid, saponin dan fenolik. Berdasarkan hasil uji antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) menunjukkan pada ekstrak kasar, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi etanol sisa memiliki nilai IC50 masing-masing sebesar 151,17; 390,87; 159,617 dan 93,886 ppm. Tingkat aktivitas antioksidan paling tinggi adalah pada fraksi etanol sisa. Hasil karakterisasi dengan GC-MS diperoleh 15 senyawa.

Keyword
Peperomia pellucida (L.) Kunth, Phytochemical Test, Antioxidant Activity Test, DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl).

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Ahmad S. A., Hakim E. H., Erwin, Syah M. Y., Nario A., Mariko K., Lukman M., Didin M., Hiromitsu T. 2001. Artoindonesianin B suatu senyawa yang bersifat toksik terhadap sel tumor P-388 dari Tumbuhan Artocarpus altilis. Buletin The Indonesian Society of Natural Product Chemistry. 1:20-27.
[2] Dalimartha S dan Soedibyo M. 1999. Awet Muda dengan Tumbuhan Obat dan Diet Suplemen. Jakarta. Trubus Agriwidya.
[3] Kumalaningsih S. 2006. Antioksidan Alami. Surabaya: Trubus Agrisarana.
[4] Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid III. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.
[5] Kiselova Y., Ivanova D., Chervenkov T., Gerova D., Galunska B., and Yankova T. 2006. Correlation between the in vitro antioxidant activity and polyphenol content of aqueous extracts from Bulgarian herbs. Phytother. Res. 20: 961-965.
[6] Harborne J. B. 1987. Metode Fitokimia. Bandung: ITB.
[7] Robinson T. 1995. Kandungan Kimia Organik Tumbuhan Tinggi. Edisi Keenam. Terjemahan Kosasih Padmawinata. Bandung: ITB.
[8] Zhu Q. Y., Hackman R. M., Ensunsa J. L., Holt R. R. dan Keen C. L. 2002. Antioxidative activities of Oolong tea. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 50:6929–6934.
[9] Thangaraj P. 2016. Pharmacological assays of plant-based natural product, Springer International Publishing. International Publishing, Switzerland, 58–61.
[10] Molyneux P. 2004. The use of the stable free radical diphenyl picrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Journal Science of Technology. 26(2):211–219.
Published
2020-09-28
How to Cite
LEMBANG, Darmita Tiku; -, Daniel; SALEH, Chairul. UJI FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK FRAKSI n-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL SISA DARI TUMBUHAN SURUHAN (Peperomia pellucida (L.) Kunth) MENGGUNAKAN METODE DPPH. JURNAL ATOMIK, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 37-42, sep. 2020. ISSN 2549-0052. Available at: <http://jurnal.kimia.fmipa.unmul.ac.id/index.php/JA/article/view/795>. Date accessed: 31 oct. 2020.
Section
Artikel