PENENTUAN KADAR ASAM AMINO ESENSIAL (METIONIN, LEUSIN, ISOLEUSIN DAN LISIN) PADA TELUR PENYU DAN TELUR BEBEK

  • agita rachmala ginting Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman
  • saibun sitorus Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman
  • winni astuti Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Abstract

Determination of amino acids essential’s content (methionine, leucine, isoleucine and lysine) on turtle eggs and duck eggs. Turtle eggs and duck eggs are a high animal protein source and easy to obtain. This research has been carried out by categorizing of turtle eggs and duck eggs by size and continued analysis of water content by Methods of Gravimetry, analyzes protein content total by the method of Kjeldahl and analysis of the levels of essential amino acids with method of HPLC (High Performance Liquid Chromatography). In this study, the researcher found the water content in the mix (large, medium and small) 75.2889% and turtle eggs on the mix 67.9020% duck egg. Total protein content in the mix turtle eggs 8.9268% and the mix duck eggs 14.2455%. Levels of essential amino acids in the mixture turtle eggs undetectable methionine, 3.25% leucine, isoleucine and lysine 1.53% 2.50%. In the mix duck eggs undetectable methionine, 1.30% leucine, isoleucine and lysine 0.58% to 0.38%.

References

[1] Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Taman Wisata Alam Laut Pulau Sangalaki. Diakses dari: http//: bksdakaltim. dephut. go.id. Diakses pada tanggal 23 Mei 2016, pukul 11.00 WITA
[2] Dermawan, A, Dr. I. Nyoman S. Nuitja, Prof. Dr. Dedi Soedharma, Dr. Matheus H. Halim, Dr. Mirza Dikari Kusrini, Syamsul Bahri Lubis, S.Pi., M.Si., Rofi Alhanif, S.Pi., M.Sc., Ir. M. Khazali., M.Sc., Ir. Mimi Murdiah, Ir. Poppi Lestari Wahjuhardini, Ir. Setiabudiningsih dan Ali Mashar, S.Pi. 2009. Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu. Jakarta: Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan RI. Diakses pada tanggal 25 Mei 2016, pukul 11.30 WITA
[3] Wiryawan, B., M.Khazali dan M. Knight (eds.). 2005. Menuju Kawasan Konservasi Laut Berau, Kalimantan Timur: Status sumberdaya pesisir dan proses pengembangannya. Program Bersama Kelautan Berau TNC-WWF-Mitra Pesisir/CRMP II USAID. Jakarta
[4] Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Diakses dari: http//:bksdakaltim.dephut.go.id. Diakses pada tanggal 23 Mei 2016, pukul11.00 WITA
[5] Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Upaya konservasi untuk mempertahankan penyu hijau. Diakses dari: http://bksdakaltim.dephut.go.id, buku Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya di Kalimantan Timur Tahun2010/files/assets/downloads/page0086.pdf. Diakses pada tanggal 23 Mei 2016, pukul 11.00 WITA
[6] Oktaviani, H, Nana Kariada, Nur Rahayu Utami. 2012. Pengaruh Pengasinan terhadap Kandungan Zat Gizi Telur Bebek yang Diberi Limbah. Skripsi. Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Semarang
[7] Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
[8] Suhardjo. 1992. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta: Kanisius
[9] Indarti, DY. 2004. Perbandingan Kandungan Asam Amino pada Telur Penyu Mentah dan Telur Penyu Rebus dengan High Speed Amino Acid Analyzer. Skripsi. Jurusan Farmasi, Universitas Surabaya
[10] Faridah. 2003. Perbandingan Kadar Asam Amino pada telur itik mentah, telur itik rebus,telur itik asin mentah, dan telur itik asin rebus dengan alat High Speed Amino Acid Analyzer. Skripsi. Jurusan Farmasi, Universitas Surabaya
[11] Rose, S.P. 1997. Principles of Poultry Science. CAB International. Wallingford, Oxon
[12] Miller, J.D., 1997. Reproduction in sea turtles. In: Lutz, P.L., Musick, J.A. (Eds.), The Biology of Sea Turtles. CRC Press, Boca Raton, FL, USA, pp. 51–82.
[13] Ackerman, R.A., 1997. The nest environment and the embryonic development of sea turtles. In: Lutz, P.L., Musick, J.A. (Eds.), The Biology of Sea Turtles. CRC Press, Boca Raton, FL, USA, pp. 83–106.
[14] Sudarmadji, S. Bambang Haryono dan Suhardi. 1989. Analisa bahan Makanan dan pertanian. Yogyakarta: Liberty
[15] Lehninger, A. L. 1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I. Jakarta: Erlangga
[16] A. Fabiani, A. Versari, G.P. Parpinello, M. Castellari, and S. Galassi. 2002. High-Performance Liquid Chromatographic Analysis of Free Amino Acids in Fruit Juices Using Derivatization with 9-Fluorenylmethyl-Chloroformate. Journal of Chromatographic Science, Vol. 40. Italy : Corso di Laurea in Scienze e Tecnologie Alimentari, Università di Bologna, Via Ravennate, 1020 – 47023 Cesena (FC)
Published
2017-05-29
How to Cite
GINTING, agita rachmala; SITORUS, saibun; ASTUTI, winni. PENENTUAN KADAR ASAM AMINO ESENSIAL (METIONIN, LEUSIN, ISOLEUSIN DAN LISIN) PADA TELUR PENYU DAN TELUR BEBEK. JURNAL KIMIA MULAWARMAN, [S.l.], v. 14, n. 2, p. 91-99, may 2017. ISSN 2476-9258. Available at: <http://jurnal.kimia.fmipa.unmul.ac.id/index.php/JKM/article/view/406>. Date accessed: 22 nov. 2017.
Section
Artikel